IMG
7:26 AMArsitektur Mesir Kuno / Ancient Egypt Architecture
2:28 AM
Arsitektur Mesir Kuno / Ancient Egypt Architecture 3000 SM - 373 M
Ilustrasi Mesir Kuno
Mesir Kuno sangat terkenal akan kisah para raja-rajanya yang disembah bagaikan dewa bahkan sampai saat para raja tersebut meninggal akan dibangun sebuah piramida megah sebagai tempat akhir atau kuburan bagi para raja tersebut, dan arsitekturnya menjadi salah satu yang paling terkenal dalam sejarah dunia karena pengaruhnya terhadap perkembangan atau kemajuan dari peradaban manusia dalam hal struktur bangunan, ke simetrisan, pahatan dan detail-detail lainnya termasuk piramida dan kuil-kuilnya.
Dalam sejarah, bangsa mesir kuno dominan (banyak menggunakan) batu bata yang dikeringkan melalui proses penjemuran dan batu-batu yang dipahat sehingga memiliki akurasi yang presisi. dari catatan kerajaan terdahulu batu biasanya digunakan untuk makam dan kuil-kuil sedangkan batu-bata digunakan untuk membangun bangunan kerajaan, benteng, tembok pemisah antara kuil dengan kota, dan kuil-kuil kecil. Untuk eksteriornya bangsa mesir kuno menggunakan batu bata yang dicetak, dipahat dan dihaluskan.
Proses pembuatan batu-bata cetak.
Ornamen Ekterior, pahatan batu
Piramida
inti struktur dari sebuah piramida biasanya terdiri dari batu-batu galian, batu bata cetak, pasir dan kerikil. Dan untuk bagian luar dari intinya (casing) terdiri dari batu kapur dari daerah tura dan granit merah dari daerah bagian utara mesir.
Sirkulasi didalam piramida
Rumah-rumah pada era mesir kono terbuat dari batu bata yang diolah dari lumpur yang telah dikumpulkan dari sungai, di cetak dan di jemur pada terik matahari hingga kering hingga siap digunakan sebagai material konstruksi. Banyak dari kota-kota bangsa mesir kuno yang hilang karena penempatan hunian atau kota mereka dekat dengan wilayah budidaya atau lahan atau dekat dengan lembah yang perlahan volume airnya naik secara perlahan dalam beberapa abad setelahnya.
Kondisi hunian yang rusak akibat iklim.
Arsitektur Mesopotamia
10:15 PMArsitektur Mesopotamia (Sekarang Iraq)
Bangsa Sumeria pada era 4000 - 3000 SM telah berhasil mengembangkan perencanaan kota, halaman rumah dan Ziggurats (Bangunan tinggi yang terbuat dari bata). pada zaman ini tidak ada arsitektur mereka lebih dikenal dengan sebutan "pengrajin" yang menyusun dan membangun konstruksi untuk pemerintahan, bangsawan dan fasilitas lainnya.
" Bangunan Ziggurats "
Orang-orang bangsa sumeria percaya bahwa "kerajinan Bangunan" sebagai karunia ilahi yang diajarkan dari dewa kepada manusia. Arsitektur sumaria juga menjadi dasar dari arsitektur fenisia, anatolia, hittite, hurria, urgaritic, babilonia, asyur, persia, islam dan sedikit dari arsitektur barat
Ciri-ciri dari arsitektur bangsa sumeria adalah material bangunan yang digunakan kebanyakan menggunakan tanah liat dan susunan batu bata yang komplex. Karena material yang digunakan menggunakan batu bata yang tidak melalui proses pembakarana maka banyak bangunan yang tidak dapat bertahan lama karena kondisi material yang akan semakin berkurang kekuatannya.
Kota Mesopotamia
maka tidak heran bangunan-bangunan dari bangsa sumeria tidak memungkinkan untuk dilakukan restorasi mereka lebih memilih untuk menghancurkan dan membangun kembali secara berkala dan mengulangi siklus ini tidak terkecuali kota dan bangunan tinggi.
Ilustrasi Bangunan Pemerintahan Kota Mesopotamia
Reruntuhan dari kota Mesopotamia
White Tample " Uruk "
Uruk adalah kota bangsa sumeria pada era 3300 SM dan memiliki total populasi penduduk sebanyak 40.000 pada area seluas 2 Km persegi dan dikenal dengan sebutan "Warka" di Arab. White temple ini berada pada bangunan ziggurat 12 meter diatas permukanaan tanah dan dibangun sekitar abad 3000 SM.
Arsitektur Neolithic / Arsitektur Zaman Batu
7:56 AMArsitektur Neolithic / Arsitektur Zaman Batu
Era Neolithic atau bisa disebut zaman batu dimulai pada tahun 10.200Bc (Before Century) yang berawal pada penemuan pertama alat berburu pada jaman tersebut, berkembang hingga tersebar ke penjuru dunia dan berakhir antara tahun 4500BC sampai 2000BC.
Perkembangan tersebut berlanjut sampai pada tahap orang-orang pada jaman tersebut mengenal bertani, sering disebut dengan neolithic revolution atau revolusi jaman dari berburu menjadi bertani dan berakhir pada saat peralatan yang terbuat dari metal menyebar ke penjuru dunia.
Perkembangan tersebut berlanjut sampai pada tahap orang-orang pada jaman tersebut mengenal bertani, sering disebut dengan neolithic revolution atau revolusi jaman dari berburu menjadi bertani dan berakhir pada saat peralatan yang terbuat dari metal menyebar ke penjuru dunia.
"Ilustrasi Perburuan menggunakan senjata dari batu dan berbagai senjata pada zaman tersebut"
(Gambar dari Getty Image)
Walaupun pada zaman tersebut tidak memiliki arsitektur yang baik namun setiap daerah memiliki pengorganisasian struktur yang berbeda-beda. Bahan bangunan pun sudah semakin bervariasi tidak hanya memakai batu namun sudah mulai memakai material lain seperti kayu, ranting, alang-alang, tanah liat dan jerami.
Pada pertengahan zaman mereka mulai membangun rumah-rumah yang memakai konstruksi rangka kayu atau ranting"dan dinding dari jerami yang dicampur dengan tanah liat, ini lah beberapa dari bangunan tersebut :
1. Megaron
Rumah yang berbentuk persegi panjang, dengan satu kamar atau memiliki sebuah teras terbuka atau tertutup (Seperti pintu masuk).
2. Sesklo
Dibangun secara independen satu sama lain, di lantai dasar sebagai tempat berkumpul, sementara ada indikasi bahwa tempat tinggal ada dilantai dua.
3. Tsangli
Rumah dengan dua penopang interior, yang dikelilingi dinding di setiap sisi, dan dengan deretan tulisan di tengah-tengah ruang persegi, merupakan arsitektur Neolitik Pertengah. Menggunakan atap juga ruang persiapan memasak (semacam dapur), ruang penyimpanan, ruang tidur, dll
Selama Akhir Neolitik banyak peningkatan dalam jumlah pemukiman di dataran dan populasi pun makin meningkat yang menyebabkan semakin berkembangnya tingkat populasi pada suatu daerah dan semakin menarik bahaya dari mahkluk buas (biasanya orang-orang pada zaman ini lebih memilih tinggal berjauhan dan berpindah" tempat dengan hanya membawa keluarga saja).
![]() |
| "Arsitektur pertama pada zaman Neolithic" |
(Gambar dari Ancient-Greece.org)
Pemukiman yang sering di jumpai pada zaman tersebut adalah Megaron karena mereka hanya membuat dengan batu" atau mencari gua yang kosong dekat dengan tempat berburu mereka. Untuk pemukiman selain megaron biasanya dibangun untuk menetap lama, dikelilingi oleh parit lebar 4-6 meter dan 1,5-3,5 meter atau kandang batu yang tinggi 1,5-1,7 meter (dimini) untuk melindungi terhadap hewan liar atau untuk membatasi batas pemukiman (walaupun ini masih menjadi perdebatan para ahli).
Referensi : http://www.ime.gr
https://en.wikipedia.org



































